Penantian Yang Tertunda

Di sudut ruang kelas sekolah seorang gadis berambut ikal pendek. Gadis itu setiap harinya selalu dikenal dengan gadis periang. Namun pagi itu ia tampak murung, seperti sedang membasuh dirinya dengan kesedihan. Gadis itu bernama Larina Cheryl, gadis belia yang baru berusia 17 tahun duduk di bangku SMA kelas XI. Tanpa sadar Larina menitikan air mata. Larina menangis karena merindukan Randy teman sekolah yang tidak bisa dia miliki. Memang terdengar sangat aneh. Larina bertemu dengan Randy saat mereka sama-sama mendaftarkan sekolah. Iya lebih tepatnya selama setahun lebih iya memendam rasa suka kepada Randy. Namun, Randy tidak pernah sedikitpun menghiraukan hatinya. Randy merupakan pria tampan berwajah segitiga, hidung tinggi itu dikenal cuek, dingin, arogan dan pendiam. Jangankan untuk mendapatkan cinta Randy. Bahkan untuk mendapatkan senyumannya saja terlalu sulit. Butuh waktu dan kesabaran ekstra. Padahal sejujurnya di balik semua sifat dan sikapnya itu, Randy sejujurnya merupakan pria yang baik.

Sekolah selain menjadi tempat belajar, sekolah juga menjadi tempat pertemuan dua insan. Iya tidak bisa dielak banyak kan pasangan yang akhirnya memutuskan untuk menikah dengan teman sekolahnya. Demikian juga bagi Larina. Sekolah selain menjadi tempat untuk belajar juga menjadi alasan untuk melihat Randy. Berbagai cara di halalkan untuk bisa mendapatkan perhatian pria itu. Meskipun tak pernah direspon, namun tidak menjadi alasan bagi Larina untuk menyerah.

“Hei. Sakit apa lo dua hari gak masuk.” Larina menyapa Randy di Perpustakaan.
“Bukan urusan lo.” Jawab Randy sinis.
“Oke.” Larina langsung pergi meninggalkan Randy, meskipun ingin sekali dia menjawab ‘semua yang berkaitan sama lo akan menjadi urusan gue. Tapi nanti.
“Jangan lo pikir lo nyelamatin gue kemarin jadi kita jadi teman yah.” Saat Randy bangun dan menarik Larina di antara lemari buku perpustakaan. Iya sebelumnya dua minggu yang lalu Larina menyelamatkan Randy yang terkunci di gudang yang rusak.
“Maksud gue hanya ingin berteman. Tapi kalau lo ngerasa ternganggu selama ini, gue minta maaf. Gue janji mulai detik ini gue nggak akan ganggu lo lagi.” Larina langsung pergi. Iya berbagai cara dilakukan Larina untuk membuktikan bahwa dia menyukai Randy, tapi tidak sedikitpun perlakuan baik dia dapatkan. Seperti waktu itu, ketika ulang tahunnya yang ke-17 tahun. Larina memberanikan diri untuk mengundang Randy. Bersama dengan sahabatnya Nani dan Wiwit mereka mengantarkan undangan ke kelas Randy. Namun Randy hanya menerima undangan itu lalu memberikannya kepada teman-temannya.
“Hai pagi La, lo kok nangis?” Tanya Wiwit sahabat Larina yang mendapati sahabatnya menangis di sudut kelas.
“Masih pagi kok dah nangis. Ada masalah?” Wiwit masih bertanya.
“Pagi semua.” Nani yang baru sampai di sekolah langsung menegur.
“Sssssttt..” Aba-aba Wiwit lalu menujuk ke arah Larina yang sedang bersedih.
“Larina Cheryl.” Tiba-tiba guru memanggil dari depan pintu.
“Iya bu Ika.” Larina menyapa
“Dipanggil kepala sekolah. Sekarang yah menghadap.” Ibu Ika langsung pergi lebih dulu, dikuti Larina sambil menyapu matanya yang basah karena menangis.
“Iya pak.” Ucap Larina saat tiba di ruang kepala sekolah.
“Maaf yah, bapak baru dikasih kabar. Kamu dan Rahmad dipilih mewakili sekolah untuk mengambil piagam di Dinas Pendidikan pagi ini. Nanti kamu dan Rahmad ditemani bu Ika.” Kepala sekolah menjelaskan.
“Oiya gak apa-apa kok pak.”
“Iya maaf yah bapak gak bisa menemani karena ada urusan pagi ini.” Lanjut pak Jeffry.

JRENGGG
Larina dan Rahmad langsung bersiap-siap berangkat bersama ibu Ika yang cantik dan seksi. Tentunya menggunakan mobil ibu Ika. Namun, baru saja sampai depan gerbang sekolah mobil ibu Ika mandek. Padahal waktu menunjukkan pukul 8.45. Ibu Ika akhirnya meminta bantuan para siswa untuk menolongnya. Jems Prihatmoko lah yang dipilih untuk mengantarkan salah satu di antara mereka.
“Jems bisa bantu ibu antarkan Rahmad atau Larina ke Dinas, mobil ibu mogok.” Minta ibu Ika kepada Jems.
“Oke boleh, bu. Tapi kalau yang diantar musti cewek yah jangan cowok.” Jawab Jems
“Ya sudah kamu antarin saja Larina, nanti ibu sama Rahmad nyusul pakai taxi. Takut telat.”
Jems salah satu pria yang pandai namun sedikit bandel karena suka bolos sekolah. Pria berwajah oval ini juga Humoris, periang, banyak pacar dan berkharisma. Hahaha..
“Are u ready.” Tanya Jems ke Larina sambil nge gas motor Yamaha Kingnya.
“Oke.” Balas Larina sambil mengenakan helm dan sesekali membatin dalam hati.
“Hati-hati, jangan ngebut yah. Anak orang itu.” Teriak ibu Ika
“Tenang Buk.” Sambil menarik gas motornya.
“Begitu sampai perempatan jalan dan lampu merah, mereka berhenti.”
“Eh kita belum kenalan kan?” Jems memulai pembicaraan
“Gue Larina Cheryl, kelas XI IPA satu,” Larina memperkenalkan diri
“Iya gue tahu. Sering baca puisi di Sekolah dan kita juga sering ketemu di kantin.”Jems menjelaskan
“Ohh.. Terus lo.” Larina balik nanya.
“Gue Jems, kelas XI IPS satu,” sambil membalikkan wajah ke belakang dan melihat Larina
“Lo harus meluk kuat, kalo lo jatuh gue gak tangung jawab.” Jems melanjutkan.
“Eh, kata bu Ika pelan-pelan yah.”
“Lo gak liat ini udah jam berapa. Lo mau telat.” Tak peduli kata Larina Jems menarik gas kencang begitu lampu merah usai.
Cinta kata Robert Fulghum adalah tiga per empat mimpi-mimpi dari seperempat kenyataan. Dan mulai timbul masalah kalau kamu jatuh cinta pada mimpi-mimpi itu, bukan pada kenyataan. Tapi kamu akan menemukan cinta sejati kalau kamu jatuh cinta pada keduanya. Iya, mungkin menjadi masalah karena Larina jatuh cinta hanya pada mimpi-mimpi seperti Randy. Namun, kenyataan dia bersama Jems.
“Dah sampai.” Jems lalu berhenti tepat pukul sembilan kurang lima menit.
“Thanks yah.” Larina langsung turun dan berlari ke dalam gedung.
“Helm gue.” Teriak Jems. Larina lalu berlari kembali kea rah Jems, untuk mengembalikan helm. Namun, dia tidak bisa membukanya. Jems lalu membantunya, begitu helmnya terbuka, Jems lalu dengan cepat membantu Larina merapikan rambutnya.

“Ayo buruan masuk sana.” Jems lalu membentak Larina yang masih kaget dengan perbuatan romantis Jems untuk dirinya.
Waktu terus berlalu Larina akhirnya berpacaran dengan James. Namun, siapa sangka dengan tidak memberikan respon yang indah untuk Larina. Ternyata selama ini diam-diam Randy juga menyukai Larina. Larina pun akhirnya mengetahui perasan Randy untuk dirinya. Namun dia punya James. Larina akhirnya mencoba mengikuti saran dari teman-temannya yaitu mengikuti cara-cara Randy yang dulu sering lakukan kepada Larina. Larina mulai bersikap cuek saat bertemu dengan Randy, malas tahu, egois, dan mencopy paste semua sikap Randy dulu. Iya Larina sukses melakoninya perannya Randy meskipun dia juga masih menyukai Randy. Tapi dia juga tidak ingin egois dan mengecewakan James yang rela melakukan segala cara untuk bisa mendapat hatinya. Bahkan predikat buruk tentang James, berhasil dia hapus demi Larina. Upaya lain juga dilakukan Randy untuk menunjukkan bahwa dia menyukai Larina dan berharap masih tersisa tempat baginya di hatinya Larina.
“La. Gue minta maaf. Gue begitu karena gue suka sama lo. Tapi kenapa lo menjauh dari gue.” Randy menghentikan Larina ketika mereka pulang dari sekolah. Namun, Larina hanya berjalan terus tanpa menghiraukan Randy.
“La. Kasih gue kesempatan.” Larina terus berjalan.
“Apa ini karena James?” Randy menarik tangan Larina yang mencoba terus berjalan.
“Iya. Ini karena James. Gue suka sama James. Dan Gue sayang sama James. PUASS!” Larina lalu menarik kembali tangannya dengan mata berkaca-kaca.
“Cinta lo ke dia hanya mimpi. Gue kenyataannya.”

PRAAAKKK
James lalu menghamtan Randy dengan satu pukulan lalu ia terjatuh. Larina pun langsung berbalik dan meliha mereka berdua.
“Sekali lagi lo dekatin dia. Gue bakal nunjukkin di mana tempat lo sebenarnya.” Ucap James geram. Lalu menarik tangan Larina dengan kuat dan pergi dengan Yamaha King milik James.
“Sekali dia masih ngedekatin lo. Gue nggak akan segan-segan lebih kejam dari itu.” Ancam James. Larina hanya terdiam lalu masuk ke dalam rumahnya.
Dan mereka naik ke kelas XII. James kembali berkumpul dengan teman-teman berandalnya membuat Larina tidak suka dengan hal itu. Mereka sering bertengkar karena James berubah menjadi pemarah sampai akhirnya Larina mendapati James di klub malam bersama wanita lain. Dan Larina memutuskan untuk mengakhir hubungannya James. Mereka akhirnya lulus sekolah dan di malam perpisahan sekolah, semuanya hadir. Begitu pun James, Randy dan Larina. Randy akhirnya mengungkapkan perasaannya pada Larina. Larina pun menyadari banyak hal yaitu menunggu moment ini setelah bertahun-tahun yang ditunda oleh waktu. Dia pun menyadari bahwa bahwa James memang sengaja melakukan hal itu agar bisa kembali menyatukan Larina dan Randy. Hal itu dilakukan karena dia tahu selain memang Larina telah menyukai Randy sejak masuk sekolah dulu. Randy juga telah menolong nyawanya dari sebuah tabrakan dashyat. James merasa berhutang, lebih dari itu dia merasa bersalah jika menjadi orang ketiga diantara hubungan Larina dan Randy. The End♥


Tentang Penulis:
Tentang Saya: Facebook: Renny Lenggu Margareth
Instagram: rennylenggumargareth
Blog: rennymargareth.wordpress.com
Nama: Renny Lenggu Margareth
TTL: Kupang, 13 Maret
Alamat: Kota kupang NTT
Alamat Sekarang: Jakarta Selatan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s